Selasa, 22 Mei 2012

Video kerusakan lingkungan

Upaya Mencegah Kerusakan Lingkungan


A.   Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kerusakan ling kungan


Lingkungan kita telah banyak mengalami kerusakan. Kerusakan lingkungan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, diperlukan cara - cara mengatasi kerusakan lingkungan sebagai berikut :

Reboisasi atau penghijauan di lahan yang telah rusak 

  
Mencegah penebangan liar dan menerapkan sistem tebang pilih

  
Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan menggantinya dengan bahan bakar alternatif

  
Membuat sengkedan di daerah lereng pegunungan yang digunakan sebagai lahan pertanian.

  
Mengolah limbah terlebih dahulu sebelum dibuang kelingkungan

 Menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan mikroorganisme di tanah 

  
Melakukan upaya remidiasi, yaitu membersihkan permukaan tanah dari berbagai macam polutan

  
Menerapkan prinsip 4R yaitu :
1)   Reduce, artinya mengurangi pemakaian
2)   Reuse, artinya memakai ulan
3)   Recycle, artinya mendaur ulang
4)   Replant, artinya menanam atau menimbun sampah organik

B.   Upaya yang Dilakukan Pemerintah
  1. Mengeluarkan UU Pokok Agraria No. 5 Tahun 1960 yang mengatur tentang Tata Guna Tanah
  2. Menerbitkan UU No. 4 Tahun 1982, tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
  3. Memberlakukan Peraturan Pemerintah RI No. 24 Tahun 1986, tentang AMDAL (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan)
  4. Pada tahun 1991, pemerintah membentuk Badan Pengendalian Lingkungan
C.  Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup oleh Masyarakat Bersama Pemerintah

     I.    Pelestarian tanah (tanah datar, lahan miring/perbukitan)
  • Terjadinya bencana tanah longsor dan banjir menunjukkan peristiwa yang berkaitan dengan masalah tanah. Banjir telah menyebabkan pengikisan lapisan tanah oleh aliran air yang disebut erosi yang berdampak pada hilangnya kesuburan tanah serta terkikisnya lapisan tanah dari permukaan bumi.
   II.    Pelestarian udara
  • Menggalakkan penanaman pohon atau pun tanaman hias di sekitar kita
  • Mengupayakan pengurangan emisi atau pembuangan gas sisa pembakaran 
  • Mengurangi atau bahkan menghindari pemakaian gas kimia yang dapat merusak lapisan ozon di atmosfer
 III.    Pelestarian hutan
  • Reboisasi atau penanaman kembali hutan yang gundul. 
  • Melarang pembabatan hutan secara sewenang-wenang. 
  • Menerapkan sistem tebang pilih dalam menebang pohon.
  • Menerapkan sistem tebang–tanam dalam kegiatan penebangan hutan.
  • Menerapkan sanksi yang berat bagi mereka yang melanggar  ketentuan mengenai pengelolaan hutan.
 IV.     Pelestarian laut dan pantai
Adapun upaya untuk melestarikan laut dan pantai dapat dilakukan dengan cara:
  • Melakukan reklamasi pantai dengan menanam kembali tanaman bakau di areal sekitar pantai
  • Melarang pengambilan batu karang yang ada di sekitar pantai maupun di dasar laut, karena karang merupakan habitat ikan dan tanaman laut.
  • Melarang pemakaian bahan peledak dan bahan kimia lainnya dalam mencari ikan. 
  • Melarang pemakaian pukat harimau untuk mencari ikan.
   V.        Pelestarian flora dan fauna
  • Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa.
  • Melarang kegiatan perburuan liar.
  • Menggalakkan kegiatan penghijauan.



Selasa, 15 Mei 2012

Penyebab Kerusakan Lingkungan


Belakangan ini sering terdengar berita tentang bencana alam dan kerusakan bumi. Nah maka dari itu saya tertarik untuk mencari apa sebabnya lingkungan kita mengalami kerusakan. Dan inilah faktor dari kerusakan lingkungan :
1.   Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat peristiwa alam (alamiah)
Peristiwa alam yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a.    Tsunami 

perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah :
  •  merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
b.    Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi. Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
  • Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
  • Lava panas, merusak dan mematikan apa pun yang dilalui 
  • Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
  • Gas yang mengandung racun
  • Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
c.    Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
  • Berbagai bangunan roboh.
  •  Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
  •  Tanah longsor akibat guncangan.
  •  Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
  • Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
d.   Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah. Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
  • Merobohkan bangunan.
  • Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
  • Membahayakan penerbangan
  • Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal
2.   Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia
Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Namun manusia akhir-akhir ini semakin menjadi-jadi merusak hutan dan lingkungan. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
ü  Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.

ü  Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.

ü  Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
ü  Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
ü  Perburuan liar.
ü  Merusak hutan bakau.
ü  Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
ü  Pembuangan sampah di sembarang tempat.
ü  Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.
Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Tsunami